Jumat, 01 November 2013

Waspadalah Terhadap Jerat Okultisme

Waspadalah Terhadap Jerat Okultisme 
( Interdenominasi )

Masalah Okultisme belakangan ini makin mencuat kepermukaan, apakah ini suatu gejala baru atau gejala lama yang kambuh? Yang jelas mass media baik surat kabar, buku, film maupun TV sekarang makin gencar mempersoalkan hal ini. Tetapi bagaimana di kalangan gereja-gereja Kristen?
Kelihatannya di kalangan gereja-gereja Kristen kita jumpai dua kutub dalam menanggapi Okultisme. Disatu kutub ada gereja-gereja yang karena terpengaruh rasionalisme dan liberalisme menolak dan menganggap bahwa di era komputer dengan segala produk teknologinya kita tidak mungkin mempercayai hal itu yang dianggap sebagai produk kebodohan masa lalu, di kutub lain praktek-praktek pelepasan makin laris dilakukan penginjil-penginjil Kharismatik bahkan tidak sedikit yang terbilang ekstrim sehingga semua gejala 'aneh' dianggap produk okultisme dan semua boneka harus dibakar karena dianggap merupakan jembatan ke dunia okult.
Kenyataannya, orang percaya atau tidak, okultisme makin merajalela dan banyak orang terlibat di dalamnya, dan bila seorang jemaat mengalaminya dan ingin lepas darinya dan menjumpai pendeta dan gerejanya tidak percaya atau tidak mampu menolongnya maka terjadilah eksodus ke pendeta dan gereja yang lain yang menawarkan pelayanan pelepasan, dan jangan heran bahwa sekarang lepas dari soal benar atau salah, umumnya gereja-gereja yang menawarkan pelepasan akan lebih menarik jemaat daripada gereja-gereja yang skeptik. Gejala ini saja sebenarnya sudah menunjukkan bahwa okultisme itu ada dan bahwa pengetahuan kita mengenai dimensi yang lain di luar konsep modern masakini mengenai dunia tiga dimensi yang terikat ruang dan waktu ternyata masih terbatas dan perlu membuka diri terhadap realita lain yang sekarang makin menunjukkan eksistensinya.
Pada abad pertama semasa Yesus dan para Rasulnya hidup gejala okultisme bukanlah hal asing. Baik kitab Injil maupun tulisan para Rasul banyak berisi berita mengenai okultisme dan pelayanan Yesus dan para Rasul dalam pelepasan dan pengusiran setan, sehingga pengusiran setan merupakan satu dari tanda-tanda yang menyertai tugas pekabaran Injil (Mar.16:17). Gejala-gejala demikian masih terus berlangsung pada abad-abad berikutnya khususnya abad-abad kegelapan pra-Renaissance (pra abad XV-XVI) bahkan makin meluas.
Pada masa Rasionalisme dan Pencerahan (abad XVII-XVIII) dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, dunia akademik dipengaruhi suatu stereotip 'sains' modern yang berasumsi bahwa bumi terdiri dari tiga dimensi dan dibatasi ruang dan waktu yang bisa diukur dan diteliti, akibatnya soal-soal supranatural di luar itu semacam okultisme dianggap tidak ada. Pengaruh skeptik yang kemudian masuk ke dunia teologi dalam bentuk liberalisme itu tidak berdiri sendiri, sebab sejajar dengan itu di dunia riil berkembang praktek-praktek paranormal dan bahkan spiritisme (atau spiritualisme, yaitu berhubungan dengan roh orang mati atau kekuatan okult) meluas dalam bentuk yang terorganisir dengan tokoh-tokoh yang bukan sembarangan seperti Sir Arthur Conan Doyle yang terkenal dengan serial ditektip Sherlock Homes.
Ke tidak acuhan dan ketidak mampuan gereja modern dalam menanggapi gejala okult, tidak menyurutkan usaha gereja Tuhan dalam menghadapi hal itu. Pada masa yang sama dengan masa pencerahan bangkit pula aliran 'revivalist' yang ketika melayani penginjilan terutama dalam perjumpaan dengan masyarakat-masyarakat dunia ketiga menyadari bahwa realita oklutisme adalah dalam kacamata 'gambaran dunia materialistik' saja, padahal Carl Jung sesepuh ilmu jiwa sudah menjebol psikologi dunia okult (desertasinya berjudul 'Uber die Psychologie und Pathologie sogenanter Okkulter Phanomene').
Tengah kedua abad ke-XX ditandai dengan era transendentalis dimana gejala okult dan new age meningkat hebat. Gerakan Kharismatik berkembang di awal tahun 1960-an dan sangat menekankan pelayanan pelepasan dan pengusiran setan. Sepuluh tahun yang lalu, penulis bertemu seorang psikiater lulusan Australia yang sudah bermukim di sana selama 17 tahun yang bersaksi bahwa selama ini sebagai psikiater di sebuah rumah sakit besar di Melbourne ia menganggap gejala kegilaan sebagai gejala 'abnormal' saja, tetapi ketika ia menghadapi beberapa kasus dimana ada pribadi lain berperan dalam ke'gila'an itu dan memerlukan bantuan pendeta untuk mengusirnya sehingga tercapai kesembuhan, ia mau tidak mau harus menerima adanya realita okultisme. Menarik sekali bahwa pada tahun 1991 ketika penulis mengunjungi rumahnya di Melbourne saat itu di salah satu siaran TV Australia ada live show diskusi mengenai 'Gereja Setan masuk Australia' selama 90 menit!
Kenyataan di dunia adalah bahwa dalam terutama dalam dua dasawarsa terakhir ini gejala okultisme semakin memuncak termasuk gereja Setan yang juga telah masuk ke Indonesia, bahkan di Amerika Serikat, untuk menanggulangi korban-korban Satanisme yang makin merebak, FBI harus turun tangan dan penyembuhan mereka yang rata-rata memerlukan waktu 7 tahun perorang itu melibatkan bukan saja para dokter, psikolog dan psikiater, tetapi juga para pendeta dengan doa-doa dan karunia 'mengusir setan' mereka! Suatu fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri lagi oleh para rasionalis dan orang yang beranggapan dirinya 'modern.' Kebangkitan 'witchcraft' (perdukunan/klenik) meningkat juga di Eropah, di tahun 1990 tercatat bahwa di Jerman Barat terdapat 30.000 pendeta tetapi juga 90.000 dukun klenik, di Perancis terdapat 26.000 imam Katolik tetapi juga 40.000 astrolog terdaftar!
Indonesia tidak sepi gejala okult, dan kalau dahulu sifatnya tersembunyi maka sekarang di mall-mall sering diadakan 'Pameran Paranormal' yang mempromosikan praktek-praktek okultisme secara bebas, ini juga dipromosikan oleh surat kabar, majalah dan reklame TV. Film-film bioskop makin sering memutar film okultisme dan sejenisnya seperti soal Drakula, The Craft, The Devil's Own, Omen, Werewolf, Stigmata dan serial TV ada beberapa yang nyata-nyata mempopulerkan okultisme seperti The Crow, X-Files, Highlander, Charmed, bahkan anak-anak sekarang sudah biasa disuguhi film-film okultisme pula seperti Casper, The Bride of Chucky, Gostbuster atau Pokemon yang artinya adalah 'pocket monsters' (150 mahluk-mahluk yang umumnya jahat dan menakutkan, tetapi diantaranya ada si baik hati Pikachu).
Fakta jelas menunjukkan bahwa gejala okultisme sudah banyak dialami jemaat Kristen dan banyak jemaat bahkan mengalami gangguan okult mulai dari yang ringan sampai kerasukan setan. Dalam menanggapi situasi jemaat demikian apakah yang bisa dilakukan oleh gereja dan para pendeta serta majelisnya? Memang banyak yang masih berpola pikir rasionalis sehingga menganggap jemaat-pasien demikian sebagai urusan para dokter, psikolog atau psikater (sampai dirinya, isteri/suami atau anaknya sendiri terkena). Tepat seperti apa yang dikatakan oleh Dr. Eta Linneman, murid Rudolf Bultman yang menjadi gurubesar teologi dan mengajar Kritik Historis di Universitas Marburg, Jerman, yang dalam masa tuanya bertobat dan menjadi percaya akan Injil bahwa: "Umumnya pendeta dan gereja yang terpengaruh dasar falsafah rasionalisme dan menolak otoritas Alkitab, akan mengalami 'tiadanya pembaharuan hidup dalam Roh Kudus, takut akan Allah semakin hilang, Tak berdaya menghadapi okultisme, pertumbuhan iman terhambat, motivasi untuk misi/pekabaran Injil hilang, dan gereja semakin kosong'." (majalah Soteria)
Atau, apakah kita lari kepada kutub sebaliknya dimana segala gejala penyakit dianggap gejala okult? Beberapa penginjil menganggap bahwa pusing, kebiasaan merokok, zinah, melamun sebagai akibat pekerjaan okult, bahkan ada juga yang menganggap bahwa semua boneka atau potret orang mati harus dibakar karena merupakan jembatan ke alam roh dimana roh-roh orang mati, binatang mati sampai roh-roh kegelapan bisa menggunakan jembatan itu untuk mempengaruhi hidup manusia dan mendatangkan sakit-penyakit bahkan kesurupan.
Kelihatannya berita Alkitab menunjukkan bahwa kedua kutub sikap itu sebagai keliru dan menunjukkan praktek di antara keduanya dimana kita berhadapan dengan kuasa-kuasa roh-roh diudara selain berhadapan dengan gejala-gejala alamiah. Seminar, ceramah, dan pemahaman soal okultisme harus dikenal jemaat dan khususnya para pemimpin gereja, dan bagi pemimpin gereja dan jemaat yang dikarunia kuasa pengusiran setan, karunia-karunia itu perlu didaya-gunakan dalam pelayanan gereja. Demikian juga tim-tim doa perlu diadakan di gereja-gereja agar kuasa-kuasa okultisme tidak makin mencengkeram manusia modern dan gereja dapat menunjukkan secara nyata kuasa Tuhan yang dapat mengatasi kuasa okultis demikian.
"Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbaju zirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus, juga untuk aku. (Alkitab, Efesus 5:10-18).

Gambaran dan Bentuk Okultisme yang perlu dihindari dan diwaspadai.

Secara etimologis okultisme berasal dari bahasa Latin, “occultus” yang artinya tersembunyi, rahasia, gaib, misterius, kegelapan. Bila didefinisikan (terminologis), okultisme adalah paham yang menganut dan mempraktekkan kuasa dan kekuatan dari dunia kegelapan atau dunia roh-roh jahat.Okultisme dibagi atas dua bagian besar menurut Alkitab yakni “ilmu tenung”; yang memberikan pengetahuan tentang manusia, kejadian dan keadaan melalui cara-cara supraalami. Bagian ini lebih “lunak” tipenya. Contoh, takhyul, ramalan astrologi, palmistri, spiritisme, astromantik, chromancy dan geomancy daripada “saudara kembarnya”, “ilmu sihir/ meramal”; yang menggunakan berbagai sarana untuk mempengaruhi pancarindera jasmani. Contoh, obat bius, reramuan, pelet, santet, guna-guna, jimat, mantera, ilmu gaib, tenaga dalam dan beberapa jenis/aliran musik, seperti metal, rock, dll., yang satanisme/demonistis.
Penggagas utama/tokoh intelektual dari okultisme adalah iblis dan para setan (Yoh. 8:44; Kis. 10:4-10; 2 Tes. 2:9).
Berbagai bentuk kegiatan okultisme yang dipromosikan/disosialisasikan melalui media massa dan media elektronik yang bebas hambatan (lolos sensor) mendapat sambutan hangat dalam masyarakat pada segala strata kehidupan baik pribadi, keluarga, kelompok ataupun etnis bahkan dalam golongan agama ataupun aliran kepercayaan di negara-negara berkembang, juga di negara-negara yang paling maju dalam teknologi dan informatika bahkan yang lebih ironisnya, praktek okultisme juga marak di kalangan masyarakat Kristen.

Bentuk-bentuk Okultisme Yang Biasa Ditemui di Masyarakat.

A. Takhyul
Takhyul merupakan kepercayaan tidak beralasan yang berasal dari iblis dan menusia. Kemudian, manusia menaati karena kuatir dan takut jika melanggar keyakinan tersebut (Yer 17:5).

B. Ramalan Nasib
1. Astrologi
Astrologi merupakan gabungan antara ilmu Astronomi dengan ilmu ramal. Astrologi dapat dilihat jutaan orang setiap hari melalui surat kabar, majalah, radio, TV, internet (Ul.17:2-5).
2. Ramalan Melalui Benda-benda
Ramalan yang menggunakan kartu, daun teh, kopi, lidi (ciamsie) atau hati binatang digunakan untuk mengetahui masa depan seseorang sesuai tulisan, kode, angka atau simbol yang tertera dalam benda-benda yang dipakai untuk meramal (Im.19:26).
3. Ramalan Menggunakan Telapak Tangan
Ramalan ini biasa ditemui di masyarakat. Ramalan ini diyakini dapat memberi petunjuk masa depan seseorang sesuai garis tangannya (Yer. 29:11).
4. Ramalan Astromantik
Ramalan ini digunakan meramalkan situasi yang terjadi dalam suatu negeri berdasarkan bintang yang kelihatan. Misalnya, munculnya komet (bintang berekor) sering diramalkan akan terjadinya suatu goncangan politik dan kepemimpinan (Mat.2:5).
5. Ramalan Tongkat, Pendulum dan Bola Kristal
Orang Yunani, Romawi, Skit dan Jerman sering menggunakan tongkat untuk meramal dan mencari petunjuk dari dewa.
6. Chronomancy
Chronomancy adalah ilmu ramal yang dipakai untuk menentukan hari baik atau buruk. Misalnya, memilih hari untuk pindah rumah, pernikahan, memulai usaha baru. Chronomancy banyak dipraktekkan di Indonesia, khususnya Pulau Jawa.
7. Geomancy
Geomancy merupakan ilmu ramal yang berhubungan dengan keberuntungan, kesehatan berdasarkan tata letak bangunan, rumah dan ruangan.
8. Permainan Jailangkung (Quija)
Permainan ini banyak dilakukan remaja-remaja di berbagai negara. Inti permainan ini berkomunikasi dengan roh-roh jahat (spiritisme) untuk menanyakan masa depan seperti jodoh, pekerjaan, nasib, keuangan, sekolah (Im. 19:31, 20:6).

C. Jimat dan Perhiasan
Jimat dan perhiasan yang disebut amulet biasa dipakai dalam okultisme. Amulet berasal dari bahasa Latin yang artinya pertahanan. Amulet adalah jimat atau benda perhiasan yang digunakan untuk menangkal kuasa jahat (Wah. 16:14).

D. Benda-benda Aneh Untuk Kekuatan Magis
Beberapa dukun menyimpan benda-benda aneh seperti janin yang gugur. Janin tersebut dikeringkan, kemudian dibuatkan baju, tempat tidur dan diberi makanan bayi sebagai sesajen pada saat-saat tertentu. Janin tersebut “anak ambar” atau “jenglot” yang dipakai dukun untuk meramal atau mengetahui masa depan bagi anak-anak yang dibawa orang tuanya (Ul. 7:25-26).

E. Magi, Sihir atau Tenaga Dalam
Kata magic berasal dari kata magus (Persia kuno). Magus adalah golongan imam dari agama Zoroaster yang sering melakukan perbuatan ajaib dengan pertolongan jin (Kel. 21:14).

F. Kekebalan Tubuh
Di berbagai negara Asia, khususnya di Indonesia, praktek berpuasa dan bersemedi untuk meningkatkan tenaga dalam agar tidak mempan senjata tajam. Biasa ditemui di lingkungan masyarakat yang keras. Mereka biasanya memakai mantera-mantera pengundang roh, berpuasa dan bersemedi agar mampu bersaing dengan lawan yang lebih besar.

G. Mengendalikan Pikiran Orang Lain
Praktek okultisme yang sering dilakukan orang adalah mengendalikan pikiran orang lain dengan ilimu pelet. Pengasihan, sihir atau hipnotis sehingga pikiran dan kesadaran seseorang dikendalikan iblis atau jimat-jimat yang diberi mantera khusus oleh dukun (Ef.3:20).

H. Yoga
Yoga berhubungan dengan latihan-latihan pernafasan, posisi tubuh dan meditasi atau pengosongan pikiran (Kej. 2:7).

l. Necromancy atau Spiritisme
Necromancy atau spiritisme merupakan komunikasi dengan roh-roh jahat melalui mediumik (dukun atau perantara). Mediumik berkomunikasi dengan roh-roh jahat untuk meminta petunjuk, nasihat, kekuatan, keberanian, bimbingan dalam mengambil penting (1 Sam. 28:3-5).

Penutup.
Demikianlah yang dapat saya bagikan bagi kita semua sebagai satu kesatuan Tubuh Kristus agar mewaspadai berbagai bahaya yang ada di sekitar kita khususnya okultisme yang sekarang semakin marak dan menjamur yang telah menyeret ribuan bahkan jutaan orang untuk hidup dalam sinkretisme yang ujungnya adalah menuju kebinasaan. Sekali lagi waspadalah dan berjaga-jagalah dan jangan pernah mau sama seperti orang dunia. Banyak yang salah jalan, tapi merasa tenang karena banyak teman yang sama-sama salah. Kita sebagai orang percaya “ Beranilah untuk memilih jalan yang benar, walaupun harus sendiri karena Tuhan yang menuntun kita kepada semua kebenaran tersebut “, Tuhan Yesus berkata “ Akulan Jalan dan Kebenaran dan Hidup ( Yoh 14:6a )



Ref: www.melsa.net.id/~yba atau www.in-christ.net/yba
http://c3i.sabda.org/
http://rohani-kristen-indonesia.blogspot.com

~ MENANGGALKAN BUDAYA MALAS ~

~ MENANGGALKAN BUDAYA MALAS ~

" Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.- Amsal 26:14 "

Menjadi seorang pemalas tidaklah sulit. Hebatnya lagi, setiap pemalas pasti memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Berikut saya akan paparkan keunikan-keunikan seorang pemalas. Berharap agar pemalas yang kebetulan membaca tulisan ini tidak tersinggung, melainkan mulai mengubah kebiasaan hidupnya.

~Pertama, selalu saja memiliki alasan untuk menghindar dari sebuah pekerjaan. Cobalah tengok kehidupan seorang pemalas yang Anda kenal. Tak perlu kaget kalau orang tersebut selalu saja punya alasan untuk “menyelamatkan diri” dari pekerjaan yang sudah menanti. Dalam kehidupan berjemaat, hal yang sama juga berlaku. Bagi jemaat yang masuk kategori “pemalas” akan selalu punya alasan untuk tidak pergi ke gereja, cuaca yang buruklah, pendeta yang membosankanlah, fasilitas gereja yang tidak nyaman, dsb.

~Kedua, selalu menunda pekerjaan.
Tak perlu heran kalau melihat seorang pemalas selalu menunda pekerjaan yang harusnya segera diselesaikan. Itu memang sudah menjadi ciri khasnya. Menunda pekerjaan dan membiarkannya sampai menumpuk. Lalu setelah kelimpungan, barulah ia bingung sendiri dan bisa-bisa malah tidak mau mengerjakannya sama sekali. Tuhan tidak pernah menunda pekerjaanNya. Bayangkan saja seandainya Tuhan menunda-nunda pekerjaanNya, bisa-bisa matahari tidak bersinar hari ini atau kelangsungan alam ini bakal terancam!

~Ketiga, tidak pernah setia dengan apa yang telah dipercayakan kepadanya.
Salah satu alasan bagi pemalas untuk tidak bekerja adalah karena ia berpikir bahwa hal tersebut adalah perkara kecil dan sepele. Ia selalu berpikir bahwa hal-hal kecil seperti itu hanya akan membuang-buang waktu saja. Sementara kita tahu bahwa banyak hal besar justru diawali dengan hal-hal kecil lebih dulu. Tanpa mau mengawali dengan hal kecil, bagaimana mungkin Tuhan akan mempercayakan perkara-perkara yang lebih besar?

Sangat berharap bahwa keunikan-keunikan tersebut tidak ada pada diri kita. Namun sekiranya ada, baiklah kita mengambil keputusan untuk meninggalkan budaya malas ini.

Mengatasi Rasa Takut / Pesimis Dengan Cinta dan Fokus

Mengatasi Rasa Takut / Pesimis Dengan Cinta dan Fokus

Ketakutan nampaknya sudah menjadi bagian dari perilaku sebagian besar dari kita: takut gagal, takut ditolak, takut diledek, takut miskin. Bentuk-bentuk ketakutan ini pada akhirnya menyebabkan penyakit mental seperti kekhawatiran, kecemasan, stress, kesedihan dan sebagainya akibat adanya anggapan bahwa masa depan akan lebih buruk dari apa yang dialami sekarang.

Takut alamiah bisa dikatakan takut yang didasari oleh insting kita sebagai makhluk hidup. Misalnya ketika kita menyeberang jalan, kita akan tengok kiri tengok kanan untuk memastikan kita tidak tertabrak.. Takut alamiah ini berdasarkan fakta. Jadi ada parameter yang jelas kenapa kita takut sehingga kita mengantisipasinya dengan tindakan.

Tipe takut yang kedua adalah takut yang berdasarkan fiksi – bukan kenyataan. Tipe takut yang ini menyebabkan kekhawatiran, kecemasan dan stress padahal semuanya hanyalah anggapan yang tidak didukung fakta-fakta nyata. Misalnya seseorang yang takut bicara di depan umum beranggapan bahwa orang-orang akan mencemoohnya padahal belum tentu hal itu terjadi. Orang ini akhirnya memilih untuk diam saja sekedar mencari aman.

Asal Takut / Pesimis.

Takut yang sifatnya mental disebabkan karena kita punya standar, aturan, atau keyakinan yang harus dipenuhi, kalau tidak kita akan merasa gagal. Standar, aturan atau keyakinan ini biasanya timbul melalui pergaulan kita di lingkungan keluarga, teman, dan pekerjaan. Seolah-olah kita harus memenuhi tuntutan mereka dan beban ini membuat kita khawatir apabila kita gagal memenuhinya.

Banyak contohnya mulai dari takut gagal ujian, takut melajang terus, takut dijauhi teman, dsb. Padahal it’s OK untuk gagal ujian yang penting kita berusaha dengan belajar. It’s OK untuk tidak menikah sebelum kita memperoleh pasangan yang tepat (daripada menikah dipaksakan tapi akhirnya berantakan). It’s OK juga dijauhi teman selama kita bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan.

Ironisnya, ketakutan yang cuma anggapan ini bisa menjadi kenyataan ketika kita memikirkannya terus menerus. Ingat, pikiran kita bekerja sesuai dengan fokus kita. Apabila kita fokus kepada kekhawatiran maka cepat atau lambat apa yang kita takutkan akan terjadi.

Mengatasi Rasa Takut / Pesimis

Pertama, ubah fokus Anda dari takut menjadi cinta, dari khawatir menjadi optimis. Sadari bahwa takut tidak lebih dari sekedar ilusi yang belum tentu terjadi. Cintai apa saja yang Anda lakukan sepenuh hati. Abaikan kekhawatiran dan hilangkan standar, aturan, atau keyakinan yang dibuat oleh orang lain karena hanya diri Andalah yang mengetahui apa yang terbaik bagi Anda.

Kedua, bangun komunikasi dengan diri Anda sendiri. Tanyakan kepada diri Anda tiap kali Anda merasa khawatir, ”Apakah kekhawatiran ini membawa kebaikan atau menyakiti diri saya?”. Katakan kepada diri Anda bahwa Anda mencintai diri Anda apa adanya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menentukan kebahagiaan Anda kecuali diri Anda sendiri. Bukan orang tua, bukan bos, bukan juga pasangan Anda.

Jadi.....sekarang janganlah hidup dalam ladang pesimis karena hal itu akan menghambat kita bertumbuh. Marilah hidup dalam ladang optimis, dan tanamkan setiap firman Tuhan yang memberikan kehidupan bagi kehidupan kita. Sukses selalu dan jangan menyerah..., Tuhan Yesus memberkati.

~ 10 Penyakit Mental Manusia ~

~ 10 Penyakit Mental Manusia ~

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah".

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?,wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".
Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bias membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas.Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang,kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak Terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negative yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

~ Sukses God Way ~

~ Sukses God Way ~

Sukses God Way....beda dengan pandangan manusia, manusia cenderung melihat kesuksesan diukur dengan melihat kepada harta dan gelar2 yang dimiliki atau bahkan jabatan. Tapi Alkitab mencatat Sukses God Way cenderung memberikan gambaran kepada kesetiaan seseorang terhadap Tuhan ( Setia dalam banyak hal / perkara ). Melihat kepada kehidupan Musa...., Alkitab tdk menulis bahwa Musaberlimpah harta sbg ukuran kesuksesan....melainkan ia gagal masuk Tanah Perjanjian, tapi ia sukses dlm pandangan Tuhan dgn kesetiaannya memimpin bangsa yg tegar tengkuk sekalipun ia tdk menikmati kelimpahan susu dan madu yg dihasilkan tanah Kanaan. Bahkan dalam Perjanjian Baru....Ia melayani King of The Kings bersama dengan Elia. Atau kita melihat kepada perjalanan Elia yang luar biasa, nabi yang memenangkan pertempuran melawan nabi-nabi palsu dan menyembelih mereka semua, atau melihat ia seorang yg luar biasa dipakai Tuhan sbg alat di tangan Tuhan. Ia juga mengalami kemunduran rohani di bawah intimidasi Izebel dan bahkan mengeluh dan ingin mati sekalipun rohnya menyala-nyala. Bukankah zaman ini para pengkhotbah juga dilihat dgn luar biasanya berkhotbah dan mampu mengumpulkan ribuan orang dlm ibadahnya? apakah itu ukuran kesuksesan....? Sukses Elia nyata dan bukan dengan dipenuhi oleh gelar atau harta, melainkan ia dikenankan dlm tindakan dan membuahkan kereta kuda berapi menjemputnya ke surga dengan tanpa mengalami kematian. Jadi harta dan kekayaan bahkan gelar bukanlah jaminan seseorang sukses dan dikenankan Tuhan, karena org2 yg hidup di luar Tuhan pun berlimpah dgn semua itu. Alkitab tdk pernah mencatat dan tdk mengatakan bahwa Salomo selamat oleh karena kekayaannya, Alkitab juga tdk menulis bahwa Simson selamat karena Luar biasa, Alkitab juga tdk menulis bahwa Saul selamat karena jabatan atau kedudukannya. Melainkan Alkitab menulis....seorang raja yg luar biasa yg menaklukkan Yerusallem, yang luas wilayah kekuasaannya tak terhingga, yakni Nebukadnezar...pernah direndahkan seperti binatang, kesombongannya dipatahkan sampai makan rumput seperti Lembu, namun ia dipulihkan ketika ia mengakui kekuasaan Yang Maha Tinggi dan akhirnya memperoleh kerendahan hati. ~ Kunci kesuksesan itu adalah setia dan rendah hati ( ini adalah hal tersulit dilakukan oleh manusia karena pengaruh dari tabiat dosa ).

* Sebuah perenungan *

~ Kristen & Gereja cap Kaki Tiga ~

~ Kristen & Gereja cap Kaki Tiga ~ 
By David Yehuda.

Wajah kekristenan hari-hari ini penuh dengan warna dan bahkan telah mulai bergeser dan bahkan semakin instan saja, bahkan ada yang meluncur seperti di jalan Tol.
* Bukti :
1. Keberhasilan diukur dengan banyaknya jemaat yang beribadah.
" Catatan : Jemaat tersebut sebenarnya terdiri dari bayi-bayi yg manja yang masih menyukai susu dan juga mereka adalah bagian dari pasukan kutu loncat yang dalam 1 hari beribadah 3-5 kali di gereja yang berbeda untuk mengisi lambung tengah dan bukan untuk mendapatkan nutrisi rohani.

2. Keberhasilan dan kesuksesan diukur dengan aset dan pemasukan yg diterima.
" Catatan : Keberhasilan tersebut beserta kesuksesannya bukan 100% berkat Tuhan dan perkenanannya karena org yg belum percaya Tuhan pun bisa sukses dan berhasil. Kristen cap kaki tiga memiliki pemasukan yang diperoleh dengan cara menjadikan Gereja sbg mesin ATM dan bahkan jemaatnya menjadi Nasabah sehingga sang HT memiliki kewajiban menyampaikan firman Tuhan ttg Berkat dan menyenangkan telinga jemaatnya yg notabene sebagai nasabahnya.

3. Kepemimpinannya didominasi oleh Hamba Jadi-jadian ( Hamba Kejadian, Hamba Keluaran, Hamba Bilangan, Hamba Ulangan termasuk Hamba Imamat )
" Catatan : Mereka yang dilihat rajin ikut dalam pelayanan dan kelihatan rohani sekalipun belum memperlihatkan BUAH telah diberikan tempat untuk memimpin sekalipun karakter dan kesetiaannya belum teruji. Sehingga dalam menyampaikan firman Tuhan lebih menonjolkan kesaksian atau Injil Pribadi dan bukan Injil Kerajaan surga. Artinya lebih menonjolkan kesaksian pribadi.

Keterangan :

Hamba Tuhan berasal dari kata Ibrani ‘eyed” yang berarti budak, hamba atau pelayan, yang berarti seseorang bekerja untuk kepentingan orang lain, untuk melaksanakan kehendak orang lain (G. A. Smith), pekerja yang merupakan milik tuannya (Zimmerli). Di luar Alkitab, kata tersebut berarti budak, hamba yang melayani raja, bawahan dalam politik, keterangan tentang diri sendiri untuk menunjukkan kerendahan hati, dan hamba-hamba dalam kuil-kuil kafir (Zimmerli).
Dalam spritual Kristen, Hamba Tuhan adalah pribadi yang dipanggil oleh Tuhan, diutus oleh Tuhan. diberi hak atau wewenang oleh Tuhan, mendapat kuasa dari Tuhan, dikuduskan untuk memberitakan Injil, dan dipelihara olehNya.
Sayangnya, jabatan Hamba Tuhan sering disalahmengerti bahkan dijadikan anekdot, di mana dikategorikan lima macam Hamba Tuhan sesuai lima kitab yang ditulis oleh Nabi Musa.

1. Hamba Tuhan “Kejadian” artinya Hamba Tuhan jadi-jadian, hanya sekedar mengaku sebagai Hamba Tuhan, namun berperilaku tidak selayaknya Hamba Tuhan. Penyebabnya antara lain karena tidak punya kesempatan bekerja di tempat yang lebih layak dan lebih baik, maka pelariannya adalah menjadi Hamba Tuhan

2. Hamba Tuhan “Keluaran”, artinya yang penting yang bersangkutan adalah keluaran dari Sekolah Teologia. Bahwa yang bersangkutan tidak bisa mengajar umat ke jalan yang benar, atau pengajarannya tidak jelas bahkan sesat, itu tidak penting. Yang penting telah bergelar STh, MTh, MDip, MMin, danlainsebagainya.

3. Hamba Tuhan “Imamat”, artinya Hanba Tuhan keturunan (seperti keturunan Harun pada zaman Nabi Musa) walau tidak punya karunia, tidak bisa mengajar umat dengan benar, tidak bisa menggembalakan tidak jadi masalah. Yang penting merupakan keturunan pendeta, ya harus menjadi pendeta, daripada aset gereja lari ke orang lain, lebih baik tetap dikuasai keluarganya.

4. Hamba Tuhan “Bilangan”, artinya selalu berhitung untung dan ruginya suatu pelayanan, misalnya kalau mau berkhotbah dapat amplop berapa, memilih melayani pernikahan anak orang kaya dan memberi pelayanan pada pendeta muda apabila yang dilayani dari keluarga kurang berada, kalau berkhotbah menghitung berapa umat yang hadir, ikut seminar pertumbuhan gereja berhitung berapa uang transport yang didapat dll.

5. Hamba Tuhan “Ulangan” artinya kalau berkhotbah ya itu-itu saja diulang-ulang karena malas belajar, malas berdoa dan malas minta hikmat dari Tuhan, yang penting berkhotbah.

Ini realita yang tak perlu disembunyikan agar kita bisa mengevaluasi apa yang telah kita lakukan atau kerjakan.
~ Tuhan Yesus memberkati ~

~ Mengintip si Penjilat ~

~ Mengintip Si Penjilat ~

Anda pasti tahu dengan jelas apa itu menjilat, penjilat dan sejenisnya. Soal jilat menjilat kita pasti sering melakukannya. Jangan bilang kalau anda tidak pernah menjilati piring anda sampai bersih…anda juga kan..pernah menjilati sisa makanan yang nempel ditangan..! jadi, semua kita adalah penjilat..
Bila jilatan anda hanya sebatas jilatan diatas, maka itu tidak terlalu masalah sebab hanya berbahaya untuk anda karena bisa menjadi kebiasaan buruk..namun bila makna kata menjilat sudah bukan dalam arti yang sesungguhnya seperti menjilat piring dll, maka ini akan berbahaya bagi kehidupan anda.
Apakah jilatan yang berbahaya buat kehidupan anda dan saya…? Sebelumya mari kita mencari tahu apa arti kata menjilat, penjilat..
Menurut kamur besar bahasa indonesia(KBBI 95), Penjilat adalah “ Orang yang suka berbuat sesuatu untuk mencari muka (supaya mendapat pujian)
“Menjilat-jilat” adalah Berkali-kali bersusaha (berbuat) untuk mendapat pujian (dinaikkan pangkatnya, dsb) mengambil-ambil hati (atasan)..
Sementara “istilah menjilat pantat” artinya berbuat sesuatu supaya mendapat pujian ( dinaikkan pangkatnya dsb..; mencari muka..
Berdasarkan makna istilah diatas, maka menjilat dan penjilat merupakan perbuatan kemunafikan dan kelicikan, sebab melakukan sesuatu dengan motif yang salah hanya untuk menyenangkan atasan, pimpinan…
Dunia ini hanya manusialah mahluk yang mampu melakukan itu. Ada juga memang binatang yang senang menjilat seperti anjing dan kucing, dua binatang lucu ini senang menjilat tangan atau kaki majikannya karena ingin mengabdi kepada tuannya. Namun manusia mampu menjadi penjilat demi mengejar sesuatu.
Siapakah para penjilat-penjilat itu?
Tidak ada batasan menjadi penjilat, semua orang bisa menjadi penjilat tidak mengenal batasan usia dan pekerjaan.
Mahluk yang bernama penjilat itu tentu saja manusia biasa. Bahkan bisa saja mereka dekat sekali dengan kita. Mereka hidup berkeliaran di antara kita sebagai temannya dengan atasan kita sebagai sasaran yang akan dia jilati dengan lidahnya.
Bisa dipastikan mahluk-mahluk jenis ini selalu hadir di setiap komunitas dan di sebuah organisasi, terutama Organisasi yang di dalamnya banyak menjanjikan kenikmatan uang dan jabatan. Uniknya, mahluk tersebut bisa berwujud wanita bisa juga pria. Mereka mudah dikenali, karena biasanya seorang penjilat bukanlah orang yang berkepribadian luwes (lantip), tapi individu yang bertingkah laku vulgar sampai kepada demonstratif memproklamirkan diri sebagai orang terdekat atasannya, tak peduli pada image negatif dia di mata orang lain.
Seorang penjilat tidak memiliki prinsip kebenaran yang teguh dalam hidupnya. Orang-orang seperti ini dapat saja berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang menguntungkan dirinya. Seorang penjilat cenderung akan mengorbankan harga diri dan menjul kebenaran demi keuntungan sesaat.
Seorang penjilat adalah seorang yang Ambisius dan oportunis. Dia bekerja bukan semata-mata menjalankan tugas sebaik-baiknya atas nama kewajiban, tapi di balik semua itu tersimpan segudang niat dan rencana buruk. Dia bekerja demi pujian semata, uang semata, jabatan semata, atau peningkatan karier semata. Mumpung ada kesempatan. Segala macam cara akan dia tempuh demi mendapatkan semuanya, tak peduli ihtiar dia dalam rangka mewujudkan keinginannya itu dibenarkan atau tidak, melanggar norma atau tidak, halal atau tidak.
Demi kesuksesannya dia beranggapan bahwa kolega bukanlah teman seperjuangan, kolega adalah saingan. Teman-teman yang memiliki kemampuan atau berpotensi melebihi dirinya dianggap rival terberatnya. Untuk itu seorang penjilat akan mengeluarkan jurus sikut kiri sikut kanan, tendang depan tendang belakang.
Seorang penjilat adalah seorang yang rajin membuat laporan buruk tentang sikap dan pekerjaan teman-temannya kepada atasan, baik sesuai fakta atau hanya rekayasa belaka, dengan harapan atasannya akan beranggapan dan berkesimpulan bahwa diri si pelaporlah bawahan yang paling baik, paling berpotensi, paling qualified, paling bisa diandalkan di bidangnya, serta tak diragukan lagi loyalitasnya terhadap pimpinan.
Seorang penjilat juga wujud dari seekor bunglon. Di hadapan teman-temannya dia sangat suka berpura-pura, pura-pura berbaur, pura-pura menawarkan diri menjadi sahabat terbaik siapa saja. Tapi di hadapan atasannya akan lain lagi ceritanya.
Kehilangan kedekatan dengan atasan dan kehilangan jabatan buat seorang penjilat adalah musibah. Oleh karena itu sebelum musibah itu menimpanya, dia akan sekuat tenaga mencapai keinginan dan mempertahankan apa yang sudah diraihnya sampai titik darah penghabisan. Tak peduli usahanya itu berdampak merugikan orang lain. Seorang penjilat berprinsip persetan dengan hak dan kepentingan orang lain. Hak dan kepentingan dirinyalah yang diutamakan.
Akan merasa puaskah Si Penjilat bila semuanya telah dia raih? Saya kira mahluk jenis ini tak akan mengenal rasa puas. Bila target yang ingin dia capai dalam hidupnya diibaratkan abjad, maka setelah mendapatkan huruf A dia ingin segera mendapatkan huruf B, C, D, dan seterusnya. Bahkan bila dia telah mencapai huruf Z pun (huruf latin terakhir) dia masih ingin menggapai A׳ (A aksen) dan seterusnya. Seakan-akan dunia yang kita huni ini tak akan pernah berakhir. Seolah-olah hidupnya ini akan abadi.
Seorang penjilat akan merasa aman dan hidup makmur bila atasan yang dia jilati berkepribadian sesuai dengan harapannya. Seorang penjilat akan merasa berada di atas angin bila pimpinan tempat di mana dia bekerja (bernaung) ternyata juga sama-sama dari golongan bunglon dan satu karakter dengannya: ambisius dan oportunis.
Bila begitu keadaannya akan ada hubungan simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan. Si atasan memanfaakan dia sebagai tamengnya untuk berbuat semena-mena dalam menduduki kursi kepemimpinannya, si penjilat juga memanfaatkan atasannya untuk memuluskan jalannya dalam meniti karier menuju jabatan yang lebih tinggi dan mempertahankannya agar tidak jatuh ke tangan orang lain.
Tapi seorang penjilat akan mati kutu bila atasannya bukan sembarang atasan, tapi manusia idealis yang memiliki prinsip. Lidah seorang penjilat akan tumpul tak bertuah di hadapan pemimpin yang jujur, amanah, bertanggung jawab, adil, dan bijaksana. Seorang penjilat akan rontok harga dirinya di mata seorang pemimpin yang lebih percaya pada prestasi bawahannya dari pada percaya terhadap laporan-laporan rutin tanpa bukti dari seseorang. Seorang penjilat akan tersingkir sampai kepada frustrasi karena pemimpin yang berjiwa besar sama sekali tak membutuhkannya.(indonesiaindonesia.com)
Berhenti menjilat…
Ternyata menjadi penjilat sangat melelahkan dan sekaligus menjijikan..saatnya kita meninggalkan tabiat itu, sebab Tuhan tidak berkenan dengan para penjilat.
Lakukanlah segala sesuatu bukan untuk manusia tapi untuk Tuhan. Mengerjakan segala hal bukan dengan motif supaya naik jabatan, disayang pimpinan..dll..mengerjakan sesuatu karena memang itu adalah tanggung jawab pribadi bukan saja kepada manusia terlebih kepada Sang Raja Sorga.
Raja salomo mengatakan dalam Amsal 29:5, “Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya..”
Benar, bahwa para penjilat tidak akan bertahan lama, mereka akan segera jatuh dan tersungkur dalam perbuatannya. Dan yang lebih mengerikan adalah para penjilat tidak akan dipercaya lagi selamanya.
Tuhan sangat menentang para penjilat..
Yudas 1:16 mengatakan, “ Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.”
Kesimpulan
Bila dalam sebuah komunitas maupun sebuah organisasi ada berkeliaran bunglon-bunglon berwajah manusia, itu pertanda komunitas dan organisasi tersebut tidak sehat, pemimpinnya tidak mempunyai kepribadian, serta sikap amanahnya diragukan. Dan sebaliknya, bila sebuah komunitas dan sebuah organisasi sangat menghargai prestasi dan menjunjung tinggi kedisiplinan, kebersamaan, dan kekeluargaan, sudah bisa dipastikan pimpinan organisasi tersebut seorang yang tangguh, berwibawa, kharismatik, dan tabu akan jilatan bawahan.

~ Bagaimana dengan kita....?
" Sebuah permenungan, titipan anak pedalaman "